Saat sendiri begini,
air mata menjadi teman setiaku,
kadang2 aku terfikir,
Mengapa aku dijauhkan dari mereka dari awal?
adakah aku memang akan kehilangan mereka setelah kejadian itu,
aku sering tertanya-tanya akan nasib hidupku,
aku menyalahkan segala yang terjadi,
aku menyesali semua yang telah kuterima,
aku benci dengan apa yang sedang berlaku,
aku benci mereka yang tak memahami diriku,
aku benci dengan mereka yang bercerita buruk tentangku,
aku benci dengan mereka yang cuba melunturkan semangatku untuk terus berjaya,
aku benci mendengar mereka ketawa,
aku benci dengan senyuman mereka,
aku benci dengan suara mereka,
aku benci dengan semuanya,
benci benci benci dan sangat benci.
Aku kekadang tak mampu berdiri lagi,
namun dia selalu di sisiku,
setia menemaniku,
namun kekadang aku juga jatuh bila bergaduh dengannya,
aku betul-betul hilang arah tanpanya,
namun esok pasti kami akan berbaik lagi,
umpama kertas putih yang tak berwarna apa-apa,
dengan itu kami menjadi seperti sedia kala,
namun aku benci ketika saat-saat ada benda penting dalam hidup ingin berlaku,
maka mesti timbul satu rasa sedih seperti yang kualami saat ini,
aku sgt sedih,
sedih semau yang mungkin.
Aku ingin sekali berlari dari semua ini,
melupakan semuanya dan ketawa seperti mereka,
namun aku tak mampu,
tak mampu walau sedikit pun,
aku lemah,
lebih lemah dan tak ada kekuatan,
takut, ketakutan itu ada dalam diriku,
aku takut,
takut sangat...
Aku tak mampu untuk apa-apapun.......
Dimanakah sinar yang sedang ku cari?
Masihkah sang sinar setia menantiku di hujung sana?
Adakah masih aku mampu berdiri kembali seperti sedia kala,
o sinar... kembalilah sesudah malam,
SESUDAH SINAR MALAM....
No comments:
Post a Comment